Senin, 11 Juni 2012

Tanda-tanda lemari berhantu

Iiiiii... serem deh kalo lemari kita ada "penghuni"nya. Ini beberapa ciri kalau lemari kita kayak gitu

-Sering terdengar suara dari dalam lemari
-Pintu lemari sering terbuka/ tertutup sendiri padahal kita ga ngerasa ngebuka/ ngenutup pintunya
-Kalau punya peliharaan anjing, dia akan sering menggonggong dan meringkuk di depan lemari
-Lemari sering bergetar kayak ada gempa
Aduh serem banget, yang nulis aja sempe merinding iiiiiiiiii.....

Senin, 28 Mei 2012

pancake isi buah :9

Bahan:
280 gr tepung terigu
2 sdt baking powder
125 gr gula pasir
1 sdt garam
2 butir telur, kocok lepas
400 ml susu cair
2 sdm mentega, leleh

Hiasan:300 gr whippy cream
100 gr jeruk mandarin
150 gr stroberi

Cara membuat
:
1. Masukkan dalam mangkuk tepung terigu, gula pasir, baking powder, garam aduk hingga rata.
2. Tambahkan telur, aduk sambil tuangi susu sedikit demi sedikit hingga adonan licin. Setelah rata, tambahkan mentega cair.
3. Panaskan cetakan pancake atau wajan dadar anti lengket, olesi dengan sedikit mentega.
4. Tuangkan satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan. Masak hingga kedua sisinya matang. Angkat, sisihkan.
5. Ambil satu pancake, olesi dengan whippy cream, beri jeruk mandarin, stroberi, tutup dengan pancake, sajikan. (Pancake juga bisa disajikan dengan mapple syrup).

SELAMAT MENCOBA....

mentari dan pelangi #02


Hari ini Mentari akan mengajak Pelangi bertemu dengan Galang. Awalnya Pelangi menolak ajakan Mentari, karena Pelangi berfikir untuk apa dia kenal dengan Galang? Lagipula Galang dan Pelangi tidak ada hubungannya. Tapi karena Mentari memaksa Pelangi untuk bertemu dengan Galang, akhirnya Pelangi menerimanya.
"Pagi Pelangi...." sambut Mentari pada Pelangi di pagi yang cerah ini.
"Pagi juga Mentari, hari ini mentari bersinar cerah ya...." sahut Pelangi.
"Oh iya dong Mentari....." lanjut Mentari kepedean.
"Ih Mentari kepedeaan, maksud aku bukan Mentari kamu, tapi mentari matahari... leee :p" ledek Pelangi pada Mentari.
"iya-iya...." jawab Mentari.

~~~

Pagi telah berlalu, siangpun datang menghiasi hari ini, saatnya pertemuan antara Mentari, Pelangi dan Galang. Mentari sangat tidak sabar untuk memperkenalkan Pelangi pada Galang, karena Mentari yakin Galang adalah pria yang baik. Pelangipun sudah bersiap untuk acaranya hari ini. Pelangi dan Mentari pergi bersama ke tempat petemuan mereka. sesampainya di starbucks Mentari dan Pelangi menunggu kehadiran Galang. beberapa menit kemudia Galang datang dan melambaikan tangannya pada Mentari, Mentari membalas lambaian tangannya.
"Hey baru kemaren ketemu, sekarang udah ngajak ketemu lagi, kangen lo ya sama gue" ucapGalang dengan penuh percaya diri.
"hem enak aja kangen sama lo, gue itu mau ngenalin lo sama sodara gue namanya Pelangi" ucap Mentari.
"Halo, gue Pelangi" ucap Pelangi memperkenalkan diri.
"hey gue Galang,ini sodara lo? ko beda ya? yang ini lebih kalem" ucap Galang sambil beranjak duduk.
Lalu merekapun segera memesan minuman untuk menemani pertemuan mereka yang cerah ini.













Waktu terus berjalan... Mentari, Pelangi dan Galang terlihat semakin akrab, obrolan merekapun semakin seru.kelihatannya Pelangi dan Galangpun sudah mulai dekat. Tak terasa haripun sudah mulai sore, mereka memutuskan untuk pindah tempat, karena mereka sudah mulai bosan berlama-lama di tempat itu.
Mentari mengajak Pelangi dan Galang ke tempat favorit Mentari sewaktu ia masih tinggal di kota kembang ini. Pelangi dan Galangpun menerima ajakan Mentari. Mereka pergi dengan mengendarai mobil yang dibawa Galang, Mentari duduk di bangku depan bersama Galang sedangkan Pelangi duduk di bangku belakang.
Akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan, waktu menunjukan pukul 7 malam. tempat ini tampak lebih indah dengan cahaya lampu di malam hari....


"waaah ini keren banget...." ucap Galang terkagum-kagum.
"yaiyalah secara gitu, ini tuh tempat favorit gue dari gue kecil" jawab Mentari.
Malam itu cahaya bulan terlihat indah  di langit biru, cahaya-cahaya lampu terlihat sempurna dari tempat mereka berada, suasana kota Bandung malam ini benar-benar indah dan sangat indah.
tiba-tiba Galang berjalan ke arah Mentari dan berbisik padanya, Pelangi melihat gerak-gerik Galang dari tempatnya berada terlihat aneh kenapa Galang berbisik pada Mentari apa yang mereka bicarakan....???

bersambung....! :D masih ada kelanjutannya ko ;))

Sabtu, 26 Mei 2012

sedikit bocoran

bocoran "Tukang Bemo Minum Es Doger di Bawah Tiang" nanti akan ada kisah Alisa bertemu doger di angkot, di tunggu ya cerita lanjutanya

bocoran "Destiny of My Love" nanti akan ada kisah rangga punya pacar tapi bukan luna, penasaran? tunggu aja

bocoran "Mentari dan Pelangi" nanti akan ada kisah pelangi menyukai galang, mau tau? ikutin aja terus perkembangan McD Bina Insani~

mentari dan pelangi

Ponsel Pelangi berdering, terlihat nama Mentari di layar handphone Pelangi dengan segera Pelangi mengangkat teleponnya. "Hallo..." Pelangi menjawab telepon itu.

"Hallo, Pelangi rencananya besok aku mau ke Bandung" ucap Mentari kepada Pelangi.

"serius? soalnya aku juga udah kangen banget sama kamu" sahut Pelangi.

 "Iya sama aku juga kangen sama kamu, mama juga ka Cahaya" balas Mentari.

"oh iya besok papa ikut ke Bandung ga?" tanya Pelangi yang juga kangen sama papanya yang sudah lama bercerai dengan mamanya.

"Emm... aku ngga tau, semoga aja papa bisa ikut ya dan ngga sibuk lagi sama pekerjaannya" ucap Mentari.

"Uuh Mentari aku jadi ngga sabar, pengen cepet-cepet ketemu sama kamu" ucap Pelangi.

 "Iya aku juga, udah dulu ya Pelangi, aku mau siap-siap buat besok" ucap Mentari mengakhiri pembicaraannya di telepon.

 "Oke deh" jawab Pelangi.

tidak lama setelah menerima telepon dari Mentari, mama Pelangi dan mentari datang ke kamar Pelangi dan bertanya... "Pelangi, tadi kamu bicara sama siapa?" tanya mama pada Pelangi.

"Emm itu ma tadi Mentari telepon katanya besok dia mau ke sini" jawab Pelangi.

"ooh pantesan kayaknya kamu seneng banget nerima telepon itu, yaudah kalau gitu mama mau bikin kue dulu ya buat besok" ucap mama sambil beranjak pergi untuk membuat kue.

~~~

"papa besok aku mau pergi ke Bandung, aku kangen sama mama dan Pelangi" ucap Mentari kepada papanya yang sedang sibuk di ruang kerjanya.

"kamu besok mau ke Bandung? yaudah kalau gitu nanti papa bilangin ke pa Darto buat anterin kamu ke Bandung" jawab papa sambil mengerjakan tugas kantornya.

"papa ngga nganterin aku ke Bandung? emangnya papa ngga kangen sama Pelangi dan ka Cahaya?" tanya Mentari pada papanya.

"Bukannya gitu sayang, tapi kan kamu tau sendiri kalau akhir-akhir ini papa lagi sibuk" ucap papa membalas ucapan Mentari.

"ah papa selalu aja kayak gitu, kapan sih papa ngga sibuk" ucap Mentari dan segera pergi ke kamarnya.

sejak perceraian mama dan papanya, Pelangi dan Mentari tinggal terpisah, Mentari tinggal bersama papanya di Jakarta sedangkan Pelangi tinggal bersama mamanya di Bandung, mama dan papa mereka bercerai sejak mereka duduk di bangku SMP dan sekarang mereka sudah kuliah. Pelangi hidup bahagia dengan mamanya yang sangat perhatian, sedangkan Mentari, bertemu sehari sekali saja dia sudah bersyukur, itu semua karena terlalu sibuknya sang papa, sehingga papa tidak pernah memperdulikan bahwa Mentari sangat merindukan kasih sayangnya.

~~~

hari ini Mentari akan pergi ke Bandung, ia tidak ingin diantar oleh pa Darto, dan memilih untuk pergi sendiri, mentari berfikir bagaimana kalau dia jalan-jalan dulu dan membelikan hadiah untuk mama dan Pelangi, sesampainya di bandung mentari bertemu dengan seorang cowo, cowo itu menabrak mentari di stasiun sehingga pakaian yang dikenakan mentari menjadi kotor, karena harus membersihkan kotoran minuman pada bajunya, Mentari jadi ketinggalan kereta. cowo itu merasa bersalah dengan Mentari.

"sorri ya, gara-gara gue lo jadi ketinggalan kereta. Emang nama lo siapa, lo mau kemana?" tanya cowo itu.

"iya gapapa lah, nama gue mentari tadinya tuh gue mau ke rumah sudara gue, emang nama lo siapa?" mentari kembali bertanya pada cowo itu.

"nama gue galang" jawabnya.

karena galang merasa bersalah galang-pun mengajak mentari ke suatu tempat untuk menghiburnya.Setelah itu Galang berjanji untuk mengantarkan Mentari dengan mobilnya.



 ternyata Galang mengajak Mentari ke sebuah danau, di sana mereka saling bercerita satu sama lain.
"itu barang bawaan lo banyak banget?" tanya Galang pada Mentari

"iya gue mau nginep di rumah sodara gue itu sampe beberapa bulan ke depan" jawab Mentari.

"ko lama banget?" tanya Galang.

"ih lo tuh kepo banget sih, want to know ajaaa" ledek mentari pada galang.

waktu terus berjalan mereka berdua sangat menikmati suasana pada saat itu, walaupun mereka baru saja kenal tapi mereka sudah merasa cocok satu sama lain, mungkin karena karakter mereka yang saling melengkapi.

"ngomong-ngomong nama lo lucu juga ya, Mentari hahaha" ucap Galang memuji nama Mentari.

"masa sih? nama lo lebih lucu lagi, Galang... apa coba Galang?" sahut Mentari.

"Galang itu artinya ganteng dan langka" jawab Galang kepedean.

"ih apa sih pede banget" ucap Mentari.

"kalo arti nama lo sendiri apa?" tanya Galang pada Mentari.

"emm apa ya, mungkin Mentari itu melambangkan sesuatu yang cerah, kayak gue gini" jawab Mentari.

"aa... pede lo" ledek galang kepada Mentari.

~~~

di rumah, Pelangi dan mamanya menunggu kehadiran Mentari, dalam hati mereka bertanya, kok Mentari ngga dateng-dateng? tak lama kemudian Mentari datang dengan membawa beberapa koper.

"Mentari..." sambut mama pada Mentari yang baru datang.

"Mentari ko bawaan kamu banyak banget sih?" tanya Pelangi pada Mentari.

"iya aku mau nginep di sini, boleh?" tanya Mentari.

"ya boleh dong Mentari, ayo masuk mama udah nyiapin banyak makanan buat kamu" ucap mama.

keesokan harinya~


Pelangi mengajak Mentari untuk pergi jalan-jalan, tanpa basa-basi Mentari menerima tawaran Pelangi. ka Cahaya kaka Pelangi dan Mentari yang tinggal di Bandung tidak bisa ikut pergi bersama mereka karena harus menemani mama di rumah.
ini adalah hari bahagia, Pelangi dan Mentari berjalan-jalan bersama, sudah lama mereka tidak bertemu. 

"Mentari aku iri deh sama kamu" ucap Pelangi.

"kenapa iri? harusnyakan aku yang iri sama kamu, kamu bisa tinggal bareng mama sama ka Cahaya yang sangat perhatian sama kamu, sedangkan aku, aku cuma sendiri di sana" ucap Mentari.

"kan ada papa" sahut Pelangi.

"tapi papa sibuk terus Pelangi" lanjut Mentari.

"aku iri sama kamu soalnya kamu tuh selalu ceria, walaupun sebenarnya kamu lagi sedih" ucap Pelangi.

"masa sih?" ucap Mentari.

~~~

tak terasa hari sudah senja, perut merekapun sudah mulai keroncongan, Pelangi mengajak Mentari ke sebuah tempat, dimana dulu disaat mereka masih tinggal bersama sering menghabiskan waktu bersama di tempat itu.


cafe ini adalah tempat kenangan bersama mentari dulu, Pelangi dan ka Cahaya sering menghabiskan waktu bersama di cafe ini. tiba-tiba handphone Mentari berdering, Galang menelponnya. Mentari sangat tidak menyangka besok Galang mengajaknya pergi bersama. Pelangi bingung mengapa Mentari sangat senang mendapat telepon itu saat ditanya Mentari bilang ini adalah telepon dari seseorang yang ia sukai, apakah mungkin mentari menyukai Galang dalam waktu pertemuan sesingkat itu, mungkin karena mereka cocok satu sama lain.

kesokan harinya~

Pelangi menyambut Mentari di pagi yang cerah ini mereka sarapan bersama, pelangi pun menanyakan apa rencananya untuk hari ini, tanpa basa basi mentari menjawab ia akan pergi bersama Galang.
waktunya tiba... Mentari pergi bersama galang, hari ini mereka akan lebih mengenal satu sama lain, di tengah serunya kebersamaan mereka Galang mengajak Mentari untuk foto bersama,

                                                                                    
Mentari sangat senang karena bisa lebih dekat oleh Galang seorang cowo yang sangat menyenangkan.                                                     "foto lo aneh banget dari sini" ucap Galang meledek Mentari.               "ih enak aja, lo lebih aneh dari sini, lubang idung lo keliatan banget" balas Mentari meledek Galang. "rese lo....." ucap Galang. seperinya pertemuan kedua mereka ini mengakibatkan mereka berdua lebih dekat lagi...."lang ko lo ngajak gue jalan sih? lo kangen ya sama gue?" ucap Mentari kepedean. "pede banget lo, gue cuma mau ketemu aja ko" jawabnya sok-sokan."boong bangeeet" ujar Mentari.
bersambung!.... cerita ini masih berlanjut jadiii ikutin terus ya kisah-kisah seru di McD Bina Insani.... uyeeeee~

Jumat, 25 Mei 2012

Fashion

Fashion 1
Fashion 2
Fashion 3
Fashion 4
Fashion 5
Fashion 6
Fashion 7
Fashion 8
Fashion 9
Fashion 10

Fashion mana yang paling kamu suka? semuanya lucu yaa

Kado untuk mama


Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Namun, Nina belum keluar juga dari kelas 3A. Nina sibuk membungkus kado kejutan untuk mamanya. Aku jadi gelisah melihatnya. Aku belum punya kado Hari Ibu untuk ku berikan pada mama.
            Kuikuti Nina yang berlari riang ke pintu gerbang. Ia menghampiri mamanya yang telah menjemput. “Mama…”teriaknya girang. Mama Nina memeluk dan mengecup pipinya. Ah, aku jadi iri pada Nina. Mama tak pernah menjemputku. Setiap pulang sekolah dengan mobil antar jemput, hanya mba Inah yang menyambutku. Mama, biasanya sibuk dengan Blackberry-nya.
            Sampai di rumah, seperti biasa, mba Inah menyambutku.
            “Mba, mama kemana?” jawabku
            “Di kamar, Re….”
            Aku bergegas ke kamar mama. Aku berharap mendapat sambutan seperti Nina. Kudengar mama sedang asyik tawar-menawar harga barang lewat ponsel dengan pembelinya. Mama memang berjualan banyak barang. Mulai dari baju, tas, hingga sepatu wanita. Aku kageti saja, ya, mama! Pasti lucu, pikirku!
            “Mamaaaaa!” teriakku
            “Astagaaa! Apa-apaan sih, kamu, Re! Bikin kaget saja. Sana, sama mba Inah. Mama lagi repot!”seru mama setengah membentak.
            “Mama, telfonnya berenti dulu, dong! Rere mau ngomong!”rengekku kesal
Namun, mama tak peduli. Mama terus saja berbicara di telepon.
            Aku tak tahan lagi. Aku berlari ke kamar sambil menangis. Terbayang wajah mama Nina yang tersenyum manis dan mencium mesra Nina tadi. Nina pasti sangat di sayang. Tetapi lihat aku! Mama tidak menyambutku. Apalagi mencium dan memelukku. Ia lebih memilih ngobrol dengan ibu-ibu pembeli denganya.
            “Re, ada apa?” Mba Inah kaget melihatku menangis di kamar.
            “Sudah Re, jangan menangis, yuk makan siang. Nanti mba ceritakan dongeng, ya…” bujuk mba Inah. Ceritanya, tentang putri yang sakit mata, karena sering menangis…”katanya lagi. Aku terdiam mendengar bujukannya.
            Siang itu, akhirnya aku makan sambil mendengarka cerita mba Inah. Tentang putrid yang suka ngambek dan matanya jadi sakit. Putri itu lalu sadr dan tidak ngambek lagi. Putri itu juga membelikan hadiah untuk ibunya.
            Esok paginya, aku berangkat sekolah dengan semangat. Cerita mba Inah memberiku ide. Aku mengambil sebagian uangku di celengan. Yap! Aku akan membeli kado untuk mama. “Pasti mama senang!”pikirku.
            Saat jam istirahat, aku membeli pulpen cantik di toko mini di sekolahku. Cocok untuk mama menulis di notes kerjanya. Di kelas, bu Ana, wali kelasku bercerita tentang pengorbanan ibu.
“Ibu kita telah mengandung kita selama sembilan bulan. Membawa kita kemanapun iya pergi. Setelah kita lahir, ibu merawat kita dengan kasih sayang. Anak-anak, siapa yang menyiapkan makan untuk kita? Siapa yang menemani kita belajar? Siapa yang menghimbur kita ketika sedih?” Teman-temanku serentak menjawab,
“Mamaaaaa….”
“Betul! Jadi jangan lupa mengucapkan selamat hari ibu pada mama kalian. Berikan juga hadiah sebagai tanda cinta. Hadiahnya bisa di buat sendiri, lo,” pesan bu Ana.
Sepulang sekolah, kudatangi bu Ana.
“Bu Ana, kadonya harus aku berikan pada orang yang menemaniku saat makan dan belajar, menghibur saan aku sedih…begitu, kan, bu?”tanyaku ragu
“Iya. Itu, mama Rere, kan?”jawabnya ramah
“Bukan!”jawabku sedih, lalu berlari meninggalkan bu Ana. Yang selama ini menemaniku bukan mama, tetapi mba Inah. Mba Inah yang menjagaku sejak kecil. Mama tak sayang padaku. Mama lebih sayang pekerjaannya. Air mataku terus mengalir.
Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar. Kupandangi kado yang tadi kubungkus dengan kertas warna pink. Kado ini harusnya kuberikan pada mba Inah. Ah! Andai papa masih hidup, mama tentu tidak akan selalu sibuk. Semua berubah sejak papa pergi. Tiba-tiba…
“Rere! Buka pintu, nak…” Terdengar suara mama memanggil. Ah, aku sedang malas bertemu mama. Apa lagi bicara. Maka, aku diam saja tidak menjawab panggilan mama.
“Rere sayang, mama mau minta maaf…”suara mama terdengar lemah.
“Re, maafkan mama yang terlalu sibuk. Mama harus cari nafkah untuk mencukupi kebutuhan kita, nak! Mama harus menggantikan papa yang sudah pergi… mama menyesal, Re… mama tidak pernah ada disaat kamu butuh mama…”suara mama menghilang.
Aku jadi kasihan pada mama. Segera aku mendekat ke pintu kamanr. Kini, aku bisa mendenganr isak tangis di balik pintu. Mama menangis? Ah, aku menyesal telah membuatnya menangis. Cepat-cepat kubuka pintu. Mama segera memelukku. Aku terdiam dan ikut menangis.
”Re, tadi bu Ana menelfon dan menceritakan semua yang terjadi. Maafkan mama, ya, Re! Mama bukan mama yang baik. Tapi kamu harus tahu, mama sayang sekali sama Rere…” Mama membelai rambutku. Hatiku merasa damai sekali. Semua kesedihanku tadi serasa hilang begitu saja.
“Mama janji, Re. Mama akan lebih memperhatikan Rere. Tapi, Rere juga harus janji, untuk lebih sabaran, ya!”pinta mama. Aku tersenyum mengangguk.
“Oiya, Ma! Rere punya kado buat mama!”kataku mantap. Aku lari menggambil kado, lalu kuberikan pada mama. Mama tersenyum bahagia.
“Mama adalah mama sekaligus papa yang terbaik untuk Rere! Rere sayang mama. Selamat Hari Ibu…”kataku lagi, yang diakhiri dengan pelukan.

Diambil dari Majalah Bobo :)